darahku

the other side of my own Life

Sabtu, 26 Juni 2010

T-T


I'm so MISS YOU...!!!

lunar eclipse

Gerhana bulan malam ini, sedikit menghiburku dari ketidak jelasan rasa dan ketidak karuan raga. Yaaah, sedikit bermimpi tentang semua impian, apakah semua hanya menjadi mimpi? aaah terlalu indah jika hanya berakhir mimpi. Aku harus jujur atas semua hal yang kau anggap bohong, ya aku akan turuti semua....
Sedikit tersakiti dengan semua pengakuanmu, tapi jujur rasa sayangku masih terlelu besar untuk rasa sakit itu. Aku masih menginginkan semua terwujud cepat ataupun lambat. Sayang, tau tidak? setiap hari aku selalu tersenyum seperti kata-katamu dulu setiap ku menangis, dan ku tau kau tak suka melihatku menangis. Ternyata senyuman bohong terlalu menyakitkan jika dilakukan terus menerus didepan orang. Aaaah andai saja aku bisa aku kan menangis didepan mereka, tapi tidak sayang aku masih akan tetap senyum. Sekarang aku akan biasakan tersenyum seindah senyumanku dulu, meskipun itu palsu. Sayang tau tidak apa yang bisa buatku tetap tersenyum? ^_^ aku selalu mengingat senyumanmu untukku kala rindu. Senyuman indah yang pernah kau beri sungguh sangat membantuku, tapi sayang tau kan kalau aku rindu senyuman itu?
Masih seperti dulu, dan mungkin akan selalu begitu, ingat kamu buatku tertunduk sakit menahan rindu...
maafkan  aku sayang... meskipun ku tau ini terlambat buatku....
selalu berharap kau bahagia disana.... LOVE YOU

sambutan subuh

        

        "nda.... bangun sayang.... sudah shubuh...
          sayang bangun.... ini aa sayang... bangun "

                        ku dengar sapamu 
                        terjaga.... ku sadar kau tak disampingku...
                        mimpikah?
                        lembut suaranya....
                        sentuhan jemarinya...
                        belaiannya....
                        mimpikah?

          tanpa ku sadar kau lelehkan eluh 
          yang terbekukan malam
          Tuan...
          kemana lembut sapamu?
          kemana perginya manjamu?
          kemana kan kudapati teguran senyumanmu?
          kemana kan ku rasakan hangatnya cintamu?

                              Tuan.....
                 mengapa begitu berat kurasakan ragaku..
                 menuntunya untuk mengaduh padaNya..
                 seakan kau luluhkan semua luruh ...
                 terbawa tetesan eluh pagi ini...

                        berapa lama lagi Tuan?
                        berapa lama lagi kan kusiksa ragaku?
                        berapa lama lagi  ?
                        kau kan kembalikan sukmaku?
                        aku seperti mayat berjalan...
                        tanpa rasa tanpa daya...

              Kau hancurkan perlahan diriku...
             renggut semuanya satu persatu...
             luluh tanpa ragu..
             terdiam beku ...
             raga merapuh....
             dihari kedua kematianku....

Jumat, 25 Juni 2010

Lembayung Hati

Tuan,, kan kuberikan apapun maumu..
waktu....
ya aku kan menunggu hingga runtuhnya 
amarah yang membakar hatimu....

Tuan...
aku tak meminta, 
tapi aku memohon,,
berilah kerendahan hatimu untuk setetes kehidupan
kehidupan cintaku....

tak bisa Tuan..
sekalipun ku ingkari,,
hati ini terkikis oleh rasa nyilu yang terlalu...
jauh denganmu
bagai memotong urat nadiku...

Tuan,, kau lembaran kehidupan yang tak mungkin berlalu..
Tuanku,, pemilik hati yang rapuh..
penggengam segala asa yang terpaku
Tuan...

betapa kusadari jauh darimu..
bagai terputus dari lintasan bahagia
tanpa sapamu,,
sepi menerpa ulu hati

Tuan...
cukup kau tegur aku dengan ini
jangan lagi kau perpaling...
tidakkah kau lihat 
aku sekarat dengan jiwa tak ditempatnya...

aku menyayangimu dengan semua kobodohanku...
aku menginginkanmu dengan semua kesalahanku...
aku membutuhkanmu dengan segala kekuranganku..
dan aku mencintaimu dengan apa adanya diriku...

Kamis, 24 Juni 2010

akhirnya

aku hanya raga tak bersukma
entah kemana jiwa ku berkelana
mungkinkah di pusara cintaku yang merah?


ragaku mati rasa..
tak ada beda bagai bangkai berupa manusia


kau cabut semua kuasa atas raga...
kini hanya bergelayutlah
asa tak berjua...


Tuan.. kau bawa semua tak bersisa...
kecuali seonggok raga tak bernyawa


Tuan...

tak bisa kah?

selalu menyakitimu...
tak bisakah ku ukir senyuman indah itu diwajah sendumu?
maafkan aku atas segala lara yang tlah ada
rintikan hujan yang tak mampu hapuskan segala duka
gelapnya malam tak mampu sembunyikan rintihan lara
....


jangan kau tanya apakah semua ini salahmu?
apakah semuanya kurang ku kukorbankan untukmu?
apakah semua ini tidakkah cukup untukmu?
tidakkah ini sebuah langkah meyakinkanmu?
masih saja kau meragu padaku?


masih saja aku terdiam...
terpaku pada hal yang tak kumengerti...
ingin ku sendiri..
lelahku...
tak pedulikanmu...
tapi apakah kau tau,,
betapa sakitnya aku tanpamu?


dan kau tetap diam,,,

Senin, 14 Juni 2010

mengeluh

setiap ku mengeluh tanpa ada rasa yang terungkap dengan kata-kata yang terlisankan..
aku mengeluh atas sebuah derita yang nyata..
aku merasa sakit atas sebuah penyakit yang terlalu parah menggerogoti nadi
aku sudah lelah..
sakit ini terlalu menyiksa...
kapan berakhirnya?,, aku berharap kalimat itu tak ada jawabnya...
aku masih tetap ingin menikmati rasa sakit ini..
terlalu indah jika harus berlalu begitu saja...
indahnya tertoreh meliuk-liuk di dasar rasa,
sulit terungkapkan makna...
berseni tinggi setiap ada rasa sakit yang datang....
berbeda dengan yang telah berlalu...
indahnya menikmati sakit ...
adalah seni menikmati hidup


Jember June 16, 2010

Jumat, 11 Juni 2010

curhat....

hidup itu sejatinya mati...ketika ku tau raga bukanlah sekedar berjalan...dan mata tak hanya melihat..
telingaku tuli ....dan hatiku membeku,..ketika ku tak maknai hidupku yang singkat..
dan menjadikannya hanya sebuah koyakan sejarah yang tak penting....
akankah mereka yang ku kenal dan ku sayangi,  mengingatku dan merasakan hidupku selama ini...
atau hanya sebagai angin lalu yang sebentar saja singgah. dan hanya sebentar saja mereka merasakan kehilangan atas raga ku yang pasti kan hancur terkubur nanti?
sebagai apa mereka kan mengingatku... seperti apa kenangannya tentangku?
burukkah atau menyakitkankah?
sedikit saja terbersit di pikirku bahwa aku kan berikan sedikit senyuman di bibir mungil kalian, sahabatku ketika dengar sebuah nama "Arifah"....
potongan -potongan mozaik hidupku kan menjadi sejarah untukku dan mungkin sebagian dari kalian yang pernah singgah dihidupku yang tidak menarik ini.... kalian hanya akan menemukan sejarah yang sengaja ku torehkan disini,, disudut lain kehidupanku.... dengan karya -karya tak pentingku, tapi aku tak kan pernah berhenti menulis, karena dengan ini lah  kalian nanti kan ingat bahwa aku pernah ada,, dengan goresan pena ku tunjukkan jika aku pernah ada....
aku tidak takut untuk mati, mati sudah jadi bagian yang adil bagiNya untukku dan kalian. Tapi aku takut karyaku mati, meskipun sekedar karya yang tak bernilai harganya, tapi inilah harga hidupku,, kuhargai dengan tulisanku....
 sedkit gila jika ku katakan aku tak bisa apa-apa dan tak punya keahlian apa-apa, payah dengan segala hal. Terkecuali mengerti apa yang hatiku mau, meskipun terkadang aku munafikannya, berkeras membohonginya. Hal bodoh yang selalu kulakukan.... berbohong pada kalian tentang apa yang kurasakan dan apa yang hatiku katakan, biarlah ini menjadi satu rahasia untukku dari kalian.... tarimakasih sahabat atas semua kasih sayang dan ketulusanmu menjadi temanku selama ini,, dan kuharap selamanya... amin allahumma amin....



Kamis, 10 Juni 2010

menunggu....

mengapa gadis tolol ini tetap menunggu?
sedang apa yang buatnya terpaku pada satu hal yang sayu..
renta tubuhnya layu..
senyumannya pucat dingin dan kaku..

"Tuan... Tuan.. Tuan..."
samar igauan dalam sekarat tubuhnya...


seharusnya Tuan tau apa yang gadis rasa 
dan apa yang gadis inginkan Tuan..
tapi mengapa Tuan tetap diam dalam keacuhan?


Tuan.. sedingin saljukah hatimu?
sekeras karangkah pikiranmu?


Tuan....



Jember...
kamar hitam gelap